Wednesday, October 31, 2018

8 Tips Memilih Jas Hujan yang Nyaman Dipakai, Warna dan Bentuk Ternyata Berdampak pada Keselamatan

Di tengah musim hujan sekarang ini, jas hujan merupakan perangkat wajib bagi pengendara sepeda motor. Kalau lupa membawanya, siap-siap saja bakal basah kuyup, dan masih banyak lagi kerugian yang bakal diderita.
Misalnya terlambat ke kantor, hp mati kena air hujan, dan sebagainya. Pastinya pengendara motor, jas hujan seharusnya menjadi bawaan wajib. Namun, kita harus cermat saat memilih jas hujan. Dalam hal tersebut juga ada tipsnya, jadi jangan asal membeli begitu saja. Hal tersebut bukan hanya soal nyaman dan amannnya, tapi juga menyangkut keselamatan.
Lalu apa saja yang harus dilakukan?
Simak 8 tips berikut ini, yang melansir dari dari berbagai sumber:
1. Jangan Membeli Model Ponco
Model ini memang paling banyak digunakan oleh pengendara motor. Selain karena praktis saat digunakan, model ponco juga punya harga yang relatif murah. Sayangnya, model ini sangat tidak direkomendasikan. Alasannya, model ini jika dipakai tergesa-gesa akan mempengaruhi pengendara lain. Karena bagian belakangnya yang menjuntai dapat mengganggu pengendara lain. Ini bisa berakibat fatal, apalagi dalam kondisi hujan sangat lebat. Model ponco juga rawan mencederai diri sendiri. Pengendara kadang tidak sadar kalau bagian menjuntai jas hujan ponco telah masuk ke jeruji roda. Kondisi ini bisa menambah daftar kecelakaan bermotor.
2. Pilihlah Model Setelan
Model setelan sangat cocok untuk kenyamanan berkendara saat hujan. Model inipun tidak berpengaruh saat terpaan angin sedang kencang. Itu karena bentuknya yang menyatu dengan tubuh pemakainya. Meski menggunakan model setelan, jangan pula membeli yang ukurannya sangat pas dengan tubuh. Selain akan merepotkan jika membawa tas atau barang bawaan lain, model yang terlalu pas dengan tubuh rawan dimasuki air.
3. Pilih Jas Hujan Berbahan PVC
Bahan polyvinyl chloride (PVC) lebih kedap air ketimbang jas hujan dari bahan plastik biasa atau parasut. Meski bahannya sedikit lebih berat dari bahan lainnya, namun PVC akan dengan aman melindungi pemakainya. Seyogyanya penggunaan jas hujan itu adalah melindungi kita agar tidak basah. Maka dari itu, bahan PVC ini penting dipertimbangkan. Jas hujan berbahan PVC memiliki pori-pori yang sangat rapat, sehingga air hujan sulit menembus ke dalam. Sangat berbeda dengan bahan parasut yang berpori lebih longgar. Memang bahan parasut memiliki lapisan filament untuk mencegah air meresap. Namun, jika sudah sering digunakan, lapisan filament ini akan habis juga.
4. Jangan Memilih Jas Hujan yang Dijahit
Ada baiknya menggunakan jas hujan yang pembuatannya di pres, bukan dijahit. Ini karena, proses jahitan masih menyisahkan cela bagi air untuk merembes kebagian dalam. Sehingga penggunanya kemungkinan besar akan basah.
5. Pilih Jas Hujan yang Resletingnya dari Kuningan atau Tembaga
Bahan kuningan atau tembaga akan membuat awet jas hujan. Karena jika resleting jas hujannya berbahan plastik atau besi, kemungkinan terlepas akan besar. Hal ini telah banyak terjadi. Memilih bahan plastik sangat mudah rusak sedangkan besi sangat mudah berkarat. Hal lain yang tidak boleh disepelekan adalah penutup resleting. Pilihlah jas hujan yang resletingnya tidak nampak dari luar alis punya pelindung dan direkatkan.
6. Pilihlah Warna yang Terang
Jas hujan tidak hanya berfungsi untuk melindungi badan dari basah akibat hujan. Lebih jauh dari itu, jas hujan juga menjadi penunjang keamanan berkendara. Oleh karenanya, pemilihan warna harus diperhatikan. Warna yang mencolok sangat disarankan saat hujan lebat. Ini karena, saat hujan mengguyur deras, jarak pandang pengendara akan berkurang. Jas hujan dengan warna mencolok apalagi jika mampu memancarkan cahaya seperti yang digunakan pada rompi polisi akan lebih baik.
7. Jangan Hitung-hitungan Soal Harga
Soal harga memang akan menentukan pilihan pada akhirnya. Namun, satu hal yang perlu dipertimbangkan, saat memilih usahakan menganut beberapa unsur di atas, sehingga harga akan mengikuti kemampuan finansial kita. Jas hujan yang terlalu murah juga akan berakibat buruk. Karena bisa saja hanya sekali pakai akan langsung rusak. Pilihlah jas hujan yang harganya tidak terlalu murah, tapi juga tidak terlalu mahal.
8. Jangan Lupa Memakai Shoe Cover
Selain mempertimbangkan bentuk dan bahan. Satu hal yang kadang pula dilupakan oleh pengendara motor adalah shoe cover atau pelindung sepatu. Hal ini sangat penting, apalagi bagi pengendara motor yang aktif memakai sepatu. Tips memilih pelincung sepatu adalah yang bentuknya tinggi. Karena jika bentunya sama dengan tinggi sepatu, kemungkinan basahnya juga besar. Soal bahan hingga resletingnya, hampir sama dengan cara-cara diatas. Bentuk yang tinggi juga mudah diselipkan masuk kedalam kaki jas hujan.
Tips dan Trik ini di COPAS dari 
https://www.msn.com/id-id/otomotif/berita/8-tips-memilih-jas-hujan-yang-nyaman-dipakai-warna-dan-bentuk-ternyata-berdampak-pada-keselamatan/ar-BBHjb2U

Tuesday, October 30, 2018

Penyebab Motor Mati Sendiri Saat Hujan& Cara Mengatasinya

Hai, sobat Moladin! Pernah ngalamin motor mati sendiri saat hujan deras? Bete banget kan pastinya. Apalagi pas jauh dari bengkel, alamat dorong sampai bengkel terdekat deh.
Nah, buat yang belum mengalami, saatnya kalian waspada karena musim hujan sudah tiba. Sering kejadian lho motor mati mendadak setelah kalian menerjang genangan air di jalanan. Biasanya sih masalahnya ada pada komponen motor yang basah.
Oleh karena itu, ada beberapa komponen yang harus sering kalian cek untuk mengantisipasi motor mati di tengah jalan saat hujan deras melanda.
Komponen apa saja itu? Cekidot di bawah ya, sob!

1. Cop atau Kepala Busi

Komponen yang pertama adalah kepala busi atau cop busi, sob. Cop busi itu adalah komponen yang terletak pada ujung atas busi. Cop atau kepala busi ini berfungsi sebagai penutup busi dan menghindarkannya dari debu sekaligus tempat menyalurkan listrik tegangan tinggi dari percikan api (ignition coil).
Saat hujan begini kalau kepala busi kalian sudah getas alias rapuh, air bisa masuk ke dalam busi dan mengganggu percikan api dari busi sehingga motor kalian bisa mati mendadak, sob. Percikan api dari busi adalah elemen penting supaya ada pembakaran dalam mesin.
Kalau kepala busi kalian memang sudah tidak bagus, satu-satunya jalan adalah mengganti kepala busi motor kalian dengan yang baru. Gantinya dengan cop busi yang original ya, sob. Kalau busi motor kalian KW atau aftermarket, takutnya nanti tidak sesuai dengan spesifikasi motor.
Tips dari Jinny untuk membeli busi yang baik. Satu, pilih kepala busi yang menutup penuh bagian busi untuk menghalangi masuknya air. Kedua, pilihlah kepala busi yang berbahan karet bukan plastik, karena karet lebih tahan dan kedap air daripada plastik.

2. Knalpot

Knalpot didesain untuk memiliki ujung mufler lebih tinggi daripada leher knalpot, fungsinya untuk mencegah air masuk ke dalam knalpot. Kalau kalian habis menerjang genangan air yang cukup tinggi saat hujan, ada kemungkinan air tersebut bisa masuk dan menggenang pada leher knalpot.
Akibatnya saat mesin hidup terjadi penyumbatan di saluran gas buang, sob, yang mana ini membuat berat piston motor. Piston motor yang berat membuat motor kalian susah hidup, atau bahkan mati sendiri alias mogok.
Saran dari Jinny, kalau memang ada genangan air yang cukup tinggi saat hujan jangan langsung diterabas, sob. Carilah bagian jalan yang genangan airnya cukup rendah dan di bawah knalpot sehingga bisa dilewati oleh motor. Kalau genangan air sangat tinggi ada baiknya kalian cari rute lain atau menunggu genangan air surut.
Nah itu dia dua  komponen yang sering bikin motor kalian mati sendiri dan susah hidup setelah hujan. Ada baiknya kalian juga langsung install aplikasi Moladin di hape kalian, sehingga apabila kejadian motor mati mendadak kalian bisa menemukan bengkel terdekat dengan fitur bengkel dari Moladin.
Oke, itu dulu informasi dari, Jinny. Stay safe saat berkendara ya, sob, terutama saat musim hujan!
Tips dan Trik ini di COPAS dari "https://moladin.com/blog/penyebab-motor-mati-saat-hujan-deras/"