Peneng adalah suatu emblem atau lencana identitas pada kendaraan motor roda dua atau mobil yang diletakan pada plat nopol.
Penggunan tanda pengenal ini digunakan oleh kendaraan milik pribadi atau plat hitam, namun agar lebih dikenali maka diberikan tambahan pemasangan emblem agar sebagai identitas kendaraan yang digunakan untuk perjalanan dinas tapi milik pribadi, bukan milik instansi pemerintah. Sangat mudah untuk mengenalinya karena di dalam peneng dituliskan jelas nama instansinya ada mahkamah agung, polisi, tni, Dpr ri, dan lain-lainnya. Namun perlu diketahui tindakan ini bagi kepolisian dianggap tidak sah, karena bila memang kendaraan dinas milik pemerintah atau pejabat maka sudah jelas diatur dalam warna plat nopol.
Ada banyak hal motif para pengguna peneng ini, ada yang alasanya ketika melanggar dijalan ga ditindak polisi karena pejabat, merasa bangga bila menggunakan, cendrung arogan merasa berkuasa dijalan, menambah percaya diri saat melanggar dan lain lain, jadi hati-hati bagi pengguna ini bisa di tilang polisi.
Dalam dunia kebudayaan biker indonesia justru peneng bertujuan lain, memang ada kebanggan ketika memasangnya tapi ada beban moral yang ditanggung untuk menjaga nama baik Club Motor , membuat seseorang yang menggunakan kendaraan dengan peneng semakin patuh lalu lintas karena kendaraan tersebut ada logo identitasnya. Di dalam motor itu membawa nama baik Club kemanapun berkendara. Dan tidak ada ditemukan pasal yang melarang ,atau undang undang yang mengatur untuk biker.
Lain hal nya organisasi motor yang tidak memiliki perijinan, mereka cendrung tidak patuh dan tertib karena atributnya akan sulit dicari pihak berwajib saat berbuat ulah, namun organisasi motor resmi sangat mudah ditangkap jika berbuat ulah.
Peneng lencana diberikan kepada seorang biker club yang dinilai bisa menjaga nama baik Club saat berkendara.
Bisa banyak hal untuk syarat mendapatkannya, misal sudah berapa banyak berbuat baik di masyarakat, melakukan berapa banyak turing, membuat karya bermanfaat, prestasi dan penghargaan sehingga dalam kebudayaan biker pengguna peneng maka akan di anggap sebagai Biker hebat, seorang suhu , seorang master, bukan biker biasa. Demikian penjelasan dari saya dengan menggunakan data data yang ada.
Artikel ini di COPAS dari
https://indonesiancrush.wordpress.com/2017/10/28/arti-peneng-dan-plat-nopol/
No comments:
Post a Comment
Silakan Komentar di Sini